The Blues satu-satunya wakil Inggris di Liga Champions
Seluruh pertandingan babak 16 besar Liga Champions 2011-12 telah rampung. Delapan tim terbaik berhasil lolos ke babak perempat final. Dua tiket terakhir pun kini sah menjadi milik Real Madrid dan Chelsea.
Italia masih berharap Milan berbicara banyak di babak delapan besar. Sementara, Inggris boleh menggantungkan asa selangit kepada Chelsea untuk merebut trofi 'Si Kuping Besar'
Babak 16 besar musim ini menghadirkan banyak kejutan. Terakhir, adalah ketika Chelsea yang kalah 1-3 di leg pertama berhasil bangkit dan menyingkirkan lawannya Napoli dalam laga dramatis, Kamis, 15 Maret 2012.
Setelah tertinggal dari Napoli di pertemuan pertama, The Blues ganti memukul I Partenopei di leg kedua yang digelar di Stamford Bridge, Kamis, 15 Maret 2012 dinihari. Dalam duel ini Chelsea unggul 4-1.
Tampil penuh percaya diri di kandang, Chelsea membalas kekalahan di San Paolo. Chelsea berhasil mencetak tiga gol di babak normal lewat Didier Drogba, John Terry, dan Frank Lampard. Sementara, gol semata wayang Napoli diciptakan oleh Gokhan Inler.
Skor 3-1 yang didapat The Blues waktu normal justru membuat agregat kedua tim menjadi imbang 4-4. Skenario perpanjangan waktu pun harus dimainkan untuk mencari pemenang.
Mukjizat buat Chelsea akhirnya datang di menit 106 saat pemain belakang mereka, Branislav Ivanovic mencetak gol untuk merubah kedudukan menjadi 4-1 sekaligus membawa Chelsea menang agregat 5-4 atas Napoli.
Seisi Stamford Bridge menyambut suka cita sukses Chelsea tersebut. Maklum, sedikit yang memprediksi tim Ibukota Inggris bisa melanjutkan petualangannya di kancah Benua Biru, mengingat defisit tiga gol mereka dari Napoli yang sudah di atas angin.
"Kemenangan ini sangat berarti untuk klub untuk tetap bertahan di Liga Champions. Semua sangat senang dan saya juga dengan performa tim. Ini malam yang hebat bagi saya dan juga bagi sejarah klub," ujar Pelatih Sementara Chelsea, Roberto Di Matteo usai pertandingan.
Keberhasilan Chelsea melaju ke babak perempatfinal seolah menyelamatkan wajah Inggris dari gelaran Liga Champions. Chelsea menjadi satu-satunya wakil Inggris yang tersisa di kompetisi terpandang ini setelah raksasa Premier League lainnya terlebih dahulu berguguran di fase grup dan 16 besar.
Chelsea Wakil Tunggal Inggris
Chelsea memang patut berbangga hati atas kemenangan yang direbut dari tangan Napoli. Kendati sempat berada di posisi kritis, The Pensioners sukses membuktikan jati diri di panggung Benua Biru.
Di tengah himpitan minimnya prestasi di pentas domestik, siapa mengira Chelsea hanya menjadi satu-satunya wakil Inggris di partai perempatfinal Liga Champions. Langkah Tim Ibukota itu ke perempatfinal seakan menjadi pelipur lara kekecewaan pecandu bola negri Ratu Elizabeth II.
Pasalnya, Inggris nyaris tanpa utusan di Liga Champions seandainya Chelsea tidak mampu merebut kemenangan dari tangan Napoli. Kendati berlabel liga terbaik di dunia, faktanya, musim ini tim-tim Inggris menemui jalan terjal dan berliku mempertahankan eksistensinya di panggung Liga Champions.
Kilas balik kebelakang, dua tim asal Manchester, Manchester United dan Manchester City bahkan harus tersingkir di fase grup. Tidak mungkin lagi menggantungkan harapan kepada dua rival sekota itu, publik Inggris pun meletakkan ekspektasi kepada Arsenal.
Namun harapan tinggal harapan, Arsenal malah tersingkir di babak 16 besar saat bersua AC Milan. Alhasil, tinggal Chelsea yang tersisa. Tapi bukan perkara mudah buat Chelsea memenuhi ekspektasi publik Inggris.
Di leg pertama, tim London Barat itu menyerah dengan 3-1 di leg 1 saat bertamu ke San Paolo, markas Napoli. Tidak ingin dipecundangi di kandang, Chelsea bangkit di Stamford Bridge. John Terry cs meraih kemenangan 4-1 untuk merubah agregat menjadi 5-4 untuk memasan satu tempat di partai perempatfinal. Misi mustahil Chelsea ini pun berakhir bahagia.
Babak 16 Besar Sulit diprediksi
Keberhasilan Chelsea meraih tiket babak perempatfinal hanya satu dari sederet kisah seru di babak 16 besar Liga Champions musim ini. Sebelumnya, sejumlah kontestan lainnya juga sempat dilanda ketagangan luar biasa untuk menjaga peluang mereka meraih kejayaan di tahapan ini.
AC Milan contohnya. Tim asal Italia ini sempat dilanda kecemasan mendalam saat berhadapan dengan Arsenal. Maklum, mereka nyaris saja tersingkir di leg 2 karena menelan kekalahan 3-0 di leg 2, setelah meraih kemenangan absolut, empat gol tanpa balas di leg perdana.
Cerita seru tidak sampai di situ, tim medioker APOEL Nicosia yang sama sekali tidak diunggulkan, berhasil memaksa Olympique Lyon angkat kaki. Utusan Cyprus itu lolos dari lubang jarum lewat skenario adu penalti 5-4 karena agregat 1-1 bertahan hingga pertandingan leg 2 berakhir.
Namun, harap-harap cemas sejumlah klub tidak selalu berakhir bahagia. Ada juga yang berbuntut duka FC Basel salah satunya. Bagaimana tidak, Kuda Hitam dari Swiss itu akhirnya harus angkat kaki setelah dihajar Bayern Muenchen tujuh gol tanpa balas di leg 2, Rabu, 14 Maret 2012 kemarin.
Alhasil, harapan Basel mempertahankan eksistensinya lenyap begitu saja. Padahal, di pertemuan pertama, tim asuhan Heiko Vogel itu memaksa raksasa Bundesliga itu bertekuk lutut dengan skor tipis 1-0.
Kondisi serupa juga tidak berbeda dengan CSKA Moscow. Utusan Rusia itu harus tersingkir di tangan Real Madrid. Hasil imbang 1-1 yang didapat CSKA di leg 1 seakan tidak berarti bagi mereka saat dipaksa Madrid menyerah 4-1 di Santiago Bernabeu, Kamis, 15 Maret 2012 dinihari.
Spanyol Kirimkan Dua Wakil
Babak 16 besar telah rampung. Spanyol menjadi satu-satunya negara yang berhasil meloloskan dua wakilnya di babak 8 besar. Kedua tim itu adalah penguasa Liga Spanyol, Barcelona dan Real Madrid. Barca lolos usai menyingkirkan Bayer Leverkusen dengan agregat 10-2. Sedangkan Madrid berhasil menghentikan mimpi CSKA Moscow dengan agregat 2-5.Italia masih berharap Milan berbicara banyak di babak delapan besar. Sementara, Inggris boleh menggantungkan asa selangit kepada Chelsea untuk merebut trofi 'Si Kuping Besar'
Sementara Jerman, kini hanya bergantung pada Bayern Muenchen. Sama seperti, Prancis yang mengirimkan Olympique Marseille dan Portugal yang mengutus Benfica, Cyprus juga menjadi negara yang paling beruntung setelah wakilnya, APOEL Nicosia masih menjaga asa usai menyisihkan Wakil Prancis, Olympique Lyon melalui skenario adu penalti
Setidaknya, hasil yang ditorehkan APOEL masih lebih baik dari yang ditorehkan klub Swiss, FC Basel dan duo klub Rusia, Zenith St. Petersburgh dan CSKA Moskow yang telah tersingkir di babak 16 besar.










